Aceh Tamiang β Pasca banjir besar yang melanda pada 26 November 2025, Sekretaris Jenderal Elang 3 Hambalang Sumatera Utara, Ricky Nanda Nasution, meninjau langsung kondisi Desa Ranto Bintang, Kabupaten Aceh Tamiang. Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, 95 persen rumah warga tenggelam hingga mencapai ketinggian sekitar tiga meter, disertai lumpur tebal yang menutup akses jalan.
Selain merendam pemukiman, banjir juga memutus jaringan telepon, menghentikan aliran air PDAM, serta membuat desa berada dalam kondisi gelap gulita akibat terputusnya aliran listrik PLN. Situasi ini menyebabkan warga benar-benar hidup dalam keadaan darurat dan terisolasi.

Warga Bertahan dengan Beras Basah dan Makan Batang Pisang
Krisis konsumsi pun terjadi. Menurut keterangan warga yang ditemui, pasokan makanan hanya tersisa beras yang telah basah, bahkan jumlahnya hanya cukup untuk kebutuhan satu hari bagi seluruh desa.
Pada hari berikutnya, karena tidak kunjung mendapatkan bantuan dari pemerintah kabupaten, Datuk Desa Ranto Bintang, Miswar, mengambil keputusan yang sangat berat. Dengan inisiatifnya, ia memimpin warga untuk mengolah makanan dari batang pisang sebagai satu-satunya bahan yang masih dapat dimanfaatkan untuk bertahan hidup.
Melihat kondisi yang memprihatinkan ini, Ricky Nanda Nasution menyampaikan permintaan resmi kepada Presiden Prabowo Subianto serta Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang untuk segera menurunkan bantuan darurat.
βSaya, Ricky Nanda Nasution selaku Sekjen Elang 3 Hambalang Sumut, meminta kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Pemkab Aceh Tamiang untuk segera mengirimkan bantuan ke Desa Ranto Bintang. Desa ini tidak terekspos dan benar-benar terisolir. Warga membutuhkan alat berat, air bersih, genset, mesin penyedot air, sembako, dan tenda darurat,β ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tanpa intervensi cepat dari pemerintah, kondisi warga dapat memburuk mengingat akses yang terputus dan minimnya logistik selama beberapa hari terakhir.










